Senin, 08 September 2014
Ketika Kamu Salah Jurusan: Lanjut Kuliah, atau Bubar Jalan?
Masa remaja adalah masa meraba renjana. Makanya, memilih jurusan di perguruan tinggi bisa jadi hal yang paling dilematis untukmu yang baru lulus SMA. Ada siswa yang sudah punya gambaran ketika akan menentukan jurusan, ada yang menyerahkan pilihan pada orang tua, ada pula yang masih bimbang kemana mau melanjutkan studi. Memilih jurusan kuliah itu memang bukan hal mudah; ini keputusan besar yang bisa mengubah hidupmu.
Lalu, apa yang harus kamu lakukan jika sudah mengambil suatu program studi, dan di tengah jalan merasa tidak cocok dengan apa yang kamu pelajari? Haruskah memulai dari awal dengan jurusan yang baru, atau terus melangkah meski setengah hati?
1. Masa kuliah adalah tempat kamu menemukan jati dirimu yang sebenarnya.
Kuliah: masa menemukan jati diri. via www.usd.ac.id
Kuliah adalah masanya kita berinteraksi dengan dunia luar yang lebih luas dan beragam. Kamu akan dihadapkan pada lebih banyak pilihan dibandingkan dengan masa SMA. Kamu akan menemukan hal-hal baru yang memperluas wawasan kamu. Di sanalah kita belajar mengenal diri kita yang sebenarnya: apa yang sebenarnya kita cari dalam hidup ini.
Tapi, sebagian dari kita menemukan bahwa ternyata renjana kita gak sejalan sama jurusan yang kita tekuni. Buat kamu yang udah sampai di titik ini, mungkin kamu merasa menyesal dengan pilihan studi yang udah kamu ambil setelah lulus SMA. Selamat! Kamu udah resmi salah jurusan.
2. Salah jurusan gak harus disesali.
Gak perlu menyesal salah jurusan. via www.shitlicious.com
Siapapun pasti pernah mengambil keputusan yang kurang tepat dalam hidupnya. Jadi, kalo kamu merasa salah jurusan saat ini, gak usah menyesal. Lebih baik perhatikan apa yang bisa kamu perbuat sekarang.
Ambil hikmah dari situasi ini; pandanglah kesadaran bahwa kamu salah jurusan sebagai sebuah anugerah. Kamu udah bisa meraba siapa dirimu sebenarnya dan apa yang kamu inginkan dengan hidupmu, jadi bersyukurlah. Banyak lho orang-orang yang gak bisa mendapatkan kesadaran yang serupa. Karena tetap buta akan apa yang sebenarnya mereka mau, akhirnya apa aja yang ada di hadapan mereka akan mereka kejar.
3. Lalu, pindah jurusan atau tetap bertahan?
Pindah atau bertahan? via galleryhip.com
Oke, kamu udah salah milih jurusan. Tapi, itu artinya kini kamu punya dua pilihan baru: pindah jurusan atau tetap bertahan di prodimu yang sekarang. Lantas, kamu mesti gimana? Untuk menjawab mana yang bakal dipilih, kamu perlu mempertimbangkan beberapa hal. Antara lain lamanya kuliah, biaya yang sudah kamu keluarkan, dan seberapa cepat kamu bisa menyerap ilmu.
4. Sayang gak sih, kalo pindah jurusan sekarang?
Pindah jurusan sekarang? via uai.ac.id
Lamanya masa studi yang udah kamu tempuh bisa jadi bahan pertimbangan dalam memutuskan untuk pindah jurusan atau enggak. Kalo kamu masih berada di semester-semester awal, gak ada salahnya buat berkonsultasi dengan orang tuamu tentang keinginanmu pindah jurusan. Yang namanya passion itu memang harus dikejar sedini mungkin. Kalo memang dibolehkan, kamu bisa mencoba ikut ujian masuk ke fakultas impianmu.
Tapi kalo kamu udah berada di semester akhir, kamu juga perlu mempertimbangkan buat menyelesaikannya lho. Apalagi kalo kamu tinggal menuntaskan skripsi untuk mendapat gelar sarjana. Mengingat waktu, tenaga, dan biaya yang udah kamu keluarkan, sayang banget kalo studimu gak diselesaikan cuma gara-gara kamu galau, padahal kamu mampu.
5. Ingatlah pencapaian yang udah kamu gapai selama bertahun-tahun kuliah.
Ingat pencapaian yang udah kamu raih. via www.usd.ac.id
Meskipun prodi yang kamu tekuni bukan panggilan jiwamu, bukan berarti kamu gak mampu, ‘kan? Nyatanya banyak kok mahasiswa yang salah jurusan tapi bisa lulus dengan IPK di atas tiga, meski bukan lulusan terbaik. Kalo memang udah tanggung, selesaikan aja apa tugasmu dan bikin orang tuamu bangga.
Ingat juga semua teman baikmu satu prodi yang selama ini bareng-bareng sama kamu, serta semua pengalaman yang kamu dapatkan dari mereka. Kamu berkembang sampai kayak gini juga mungkin karena andil mereka dalam hidupmu. Meski salah jurusan, gak ada salahnya lulus bareng-bareng sama mereka.
6. Waktu gak akan menunggumu.
Teman-temanmu udah jadi sarjana, masa kamu mau jadi maba lagi?
Udah berapa lama kamu kuliah? 3, 4 tahun? Memutuskan buat pindah jurusan setelah bertahun-tahun menempuh studi tentu sah-sah aja. Tapi, waktu yang udah kamu investasikan buat kuliah juga gak bisa ditarik kembali.
Coba kita simulasikan. Anggap saja usiamu saat ini 22 tahun dan udah menempuh studi selama 8 semester — tinggal selesaiin skripsi doang nih. Lalu, kamu memutuskan buat pindah jurusan dan memulai semua dari awal. Artinya, kamu perlu waktu setidaknya 4 tahun lagi untuk menempuh studi di jurusan yang kamu inginkan. Berarti, paling cepat kamu lulus usia 26. Itupun kalo tepat waktu.
Semakin berumur dirimu, semakin sulit kamu mendapatkan pekerjaan yang kamu impikan kalo gak punya pengalaman. Daripada kamu mengulang dari awal, lebih baik kamu belajar mandiri sambil mencari pengalaman yang sesuai dengan renjanamu.
7. Ijazah hanya bisa didapat lewat kuliah, tapi ilmu bisa didapat dengan berbagai cara.
Belajar secara otodidak juga bisa. via suturi.com
Ingat artikel tentang perusahaan Google yang gak butuh ijazah? Nah, kamu masih punya kesempatan yang lebar untuk menggapai pekerjaan impianmu meski latar pendidikanmu gak sejalan. Kecuali profesi yang kamu inginkan itu butuh keahlian yang spesifik–seperti dokter, insinyur, ahli ekonomi, ahli bahasa, atau pengacara–kamu bisa kok mempelajari ilmunya secara mandiri atau otodidak.
Jadi, sembari berusaha merampungkan studimu dengan sebaik mungkin, kamu bisa memanfaatkan waktu luangmu buat mengasah skill yang penting buat menggapai renjanamu nanti. Kalo pengen belajar lewat internet, kamu bisa intip artikel ini.
8. Lalu, jika kamu masih di semester awal dan ingin pindah, apa kamu sudah mantap?
Yakin udah mantap? via thinkmarin.net
Sebelum kamu memutuskan kamu merasa gak cocok di prodimu yang sekarang dan pengen pindah jurusan, coba ditelaah lagi deh. Apakah jurusan yang kamu tuju memang sejalan dengan passionmu, atau kamu sebenarnya hanya gak betah dengan jurusan yang sekarang? Ingat, biaya masuk kuliah itu gak murah. Kalo memang ingin pindah, pastikan kamu mantap dengan pilihanmu.
9. Kuliah di jurusan apa pun, kamu tetap akan merasakan titik jenuh.
Dimanapun, kamu akan menghadapi kejenuhan. via www.huffingtonpost.com
Kalau kamu merasa jenuh dengan kuliahmu yang salah jurusan, apa dikira kamu gak bakal jenuh jika mengambil jurusan yang sesuai renjanamu? Belum tentu. Mau kamu kuliah di mana pun, rasa jenuh akan rutinitas tetap akan menghinggapimu.
Begitu pula saat kamu bekerja sesuai passion-mu. Rasa jenuh tetap akan menghinggapimu jika kamu terus dihadapkan dengan rutinitas. Bedanya, kamu jauh lebih ikhlas untuk tenggelam dalam rutinitas jika pekerjaanmu adalah renjanamu.
10. Salah jurusan bukan alasan buat malas kuliah.
Salah jurusan bukan alasan buat malas. via imgarcade.com
Terjebak di jurusan yang gak sesuai dengan renjanamu memang kurang menyenangkan. Tapi, itu bukan alasan buat malas kuliah lho, terutama buat kamu yang sudah menempuh tahun ketiga dan keempat. Anggap saja lulus dari sana adalah tantangan yang mesti kamu hadapi untuk menjadi dewasa yang seutuhnya.
Ingat, saat kamu benar-benar dewasa nanti, terkadang kamu harus melakukan hal-hal yang gak ingin kamu lakukan; ini adalah realitas hidup yang gak bisa kamu sangkal. Jadi, alih-alih mengeluh dan jadi ogah-ogahan, lebih baik kamu menjawab tantangan yang sudah diberikan Tuhan untuk menaikkan levelmu.
Salah jurusan bukan berarti akhir dari segalanya, kamu tetap bisa menggapai cita-citamu dan menjadi dirimu sendiri kok. Tetaplah bertahan, hadapi tantangan yang ada, dan jalani semua dengan kerelaan. Dengan begitu kamu akan menjadi manusia dewasa yang sebenarnya.
Beginilah Rasanya Jadi Mahasiswa yang Kuliah di Jurusan Sastra
Nabila Inaya |
Aug 28, 2014
2282 shares
Memilih jurusan kuliah memang susah-susah gampang. Hmmm…kalau mendengar ‘Jurusan Sastra’, kira-kira apa yang kamu pikirkan? Di Indonesia, belum banyak lho orang yang tahu gimana sebenarnya rasanya jadi anak Sastra.
Bisa nulis puisi, kutu buku, introvert, nggak jelas mau kerja apa, lulus kuliahnya tertunda: banyak deh stereotip yang melekat ke anak-anak Sastra. Tapi, memang stereotip itu benar semua? Nah, kalau mau tau lebih lanjut tentang gimana rasanya jadi anak Jurusan Sastra, simak selengkapnya di sini!
1. Masuk jurusan sastra (sempat) membuatmu merasa (lebih) ‘keren’
“aku merasa keren” via cheezburger.com
Sastra termasuk jurusan yang nggak banyak peminatnya. Ketika memutuskan masuk Sastra, kamu merasa pilihanmu nggak mainstream. Kamu mungkin berpikir bahwa teman-teman akan melihatmu dengan ekspresi seperti ini…
wow, kamu keren banget! via stilettosandtequila.wordpress.com
2. Tapi kenyataannya, mereka justru menganggap kamu dan pilihanmu itu ‘nggak keren’
hmm…kamu nggak keren via communitythings.tumblr.com
Mungkin, kamu bakal dianggap keren jika memilih Kedokteran, Hukum, Teknik, atau Ekonomi.
3. Kamu jadi sering mendengar komentar ‘pedas’ dari saudara atau teman-teman SMA-mu
komentar pedas dari teman atau saudaramu via anniemurphypaul.com
(masuk jurusan Sastra Indonesia): “Lhah, emang belom bisa Bahasa Indonesia?”
(masuk jurusan Sastra Inggris): “Ya elah, Bahasa Inggris mah les privat aja. Ngapain kuliah 4 tahun!”
(masuk jurusan Sastra Arab): “Lo mau jadi TKI di Arab?”
Buset dah, serba salah! Gue jurusan Solo–Jogja aja deh kalo gitu!
4. Karena memilih masuk sastra, kamu sering dikira kutu buku
kamu dikira kutu buku via www.barnesandnoble.com
Kuliah Sastra sering dikaitkan dengan banyaknya buku-buku yang harus dibaca. Ini lho yang kadang membuat temen-temenmu ‘ciut’ mental. Meskipun sebenarnya suka Sastra, mereka akhirnya mengurungkan niat buat memilih jurusan ini.
Pertanyaan abad ini yang kamu rasa perlu dijawab:
“Emang kalau kuliah di Kedokteran atau Teknik bukunya cuma dikit, ya?”
5. Kamu paling sering dapat ‘orderan’ bikin puisi
sering dapat ‘orderan’ puisi dari teman-temanmu via www.syafir.com
Temen: “Broh, gw mau nembak gebetan nih. Bikinin puisi, dong!”
Kamu: “………Iya, deh.” (nyengir kecut)
(Kalau puisi bikinan gue emang ampuh, gue nggak akan 25 tahun jadi jomblo kelesss…)
6. Biasanya, anak Sastra lulusnya lamaaaaaaa…(banget)!
sastra lulusnya lama? via www.solopos.com
“Ah, sastra susah lulusnya…”
Kemungkinan:
Kamu suka sastra tapi males-malesan
Kamu emang nggak minat-minat amat sama jurusan ini
Saking cintanya sama sastra, kamu nggak rela kalau cepet-cepet lulus (serius ada yang model begini???)
7. Kamu jadi sering dianggap sebelah mata sama calon mertua. Mungkin Mereka Lupa Kalau Menantu Idaman Itu….
menantu idaman adalah anak sastra via www.keepcalm-o-matic.co.uk
Makna dibalik puisi dan prosa orang aja kami analisa dengan sepenuh hati. Kalau cuma buat memahami makna dibalik perkataan anak Oom dan Tante mah, keciiiil….
Entah Kenapa Banyak Anak Sastra Yang Merasakan Ini!
8. “Kayanya, aku salah jurusan…”
“kayanya, aku salah jurusan” via www.dropoutwear.com
Kenapa milih Sastra? Alasannya, antara asal milih karena bingung atau emang nggak diterima di pilihan jurusan lain pas SBMPTN. Ya udahlah ya, daripada nggak kuliah!
9. Akhirnya, ini ekspresimu ketika ditanya “Emang sastra kuliahnya ngapain aja?”
“nggak tau” via s956.photobucket.com
*senyum manis* *angkat bahu*
HEHE. Sebenarnya kamu juga nggak tahu, sih.
10. “Kalau udah lulus mau jadi apa?”
“kalau udah lulus, mau jadi apa?” via wifflegif.com
Hmmm…jadi……
Hmmm…jadi……
Hmmm…jadi……
Hmmm…jadi……
(kemudian tahun pun berganti, jawabannya masih juga belum kamu temukan)
11. “Mau kerja dimana?”
“mau kerja dimana?” via giphy.com
Hmmm…di hatimuuuuuu…
Haduh, sebenarnya kamu juga sudah tidak paham mau kerja apa selepas lulus nanti. Yang penting lulus, deh!
12. Kurang minat pada jurusan yang diambil membuatmu lebih sering bolos kuliah, tidur di kelas, atau kabur ke kantin
kamu milih tidur di dalam kelas via kvltmagz.com
Lengkapi kalimat berikut ini:
Ketika bapak dosen sedang membacakan puisi Wiji Thukul di depan kelas, yang kamu lakukan adalah (…..)
-TIDUR-
13. Ketika tugas minggu ini adalah membaca dan menganalisa novel Pride and Prejudice, kamu terpaksa MENYERAH!
“aku menyerah” via rr-bb.com
14. Ada kalanya kamu merenung: “Aku bisa lulus nggak, ya?”
“aku bisa lulus nggak, ya?” via moms.popsugar.com
15. Kamu lupa sudah berapa kali berpikir untuk pindah jurusan
berpikir buat pindah jurusan via muif-aha.blogspot.com
Nah, Lain Cerita Kalau Kamu Emang Beneran Suka Sastra…
16. Kuliah sastra aslinya seru banget lho!
kuliah sastra itu seru kok via perskanaka.wordpress.com
17. Kamu nggak akan sering-sering dapat tugas menulis puisi atau cerpen kok…
jarang ada tugas nulis puisi atau cerpen via sinauwerno-werno.blogspot.com
Sebenarnya, ada banyak sekali yang dipelajari di Jurusan Sastra. Di semester awal, kamu lebih banyak mempelajari ilmu bahasa; kamu bakal ketemu linguistik, sintaksis, morfologi, fonologi, dan lain sebagainya.
18. Kamu akan lebih banyak diajarkan untuk menganalisa karya-karya sastra yang sudah ada
lebih banyak menganalisa karya sastra yang sudah ada via dailysocial.net
Berbekal kuliah teori atau kritik sastra, kamu dijamin ‘kenyang’ menganalisa karya sastra. Nggak cuma puisi, cerpen, atau novel, kamu juga bisa menganalisa film atau lirik lagu. Kamu dijamin nggak asing dengan nama-nama seperti Edgar Allan Poe, Sylvia Plath, Iwan Simatupang, atau Joko Pinurbo.
19. Ibarat ‘sambil menyelam minum air’, belajar sastra berarti belajar ilmu-ilmu lain
sambil menyelam minum air via garyabraham.blogspot.com
Membaca karya sastra berarti membaca isi dunia. Kadang, untuk bisa mengerti isi sebuah karya, kamu juga perlu belajar tentang Sosiologi, Filsafat, Feminisme, atau Psikologi. Banyak ilmu-ilmu lain yang punya keterkaitan dengan sastra.
20. Yang paling seru adalah mata kuliah creative writing
‘creative writing’ jadi mata kuliah yang paling seru via englishcomplit.unc.edu
Creative writing atau penulisan kreatif adalah kesempatanmu buat berekspresi. Kamu bisa menyalurkan bakat menulismu. Kamu bakal sadar bahwa kegalauan hidup dan masalah percintaanmu bisa menghasilkan nilai A.
Nah lho, kalau udah begini nikmat Tuhan mana yang kau dustakan?
21. Ketika skripsi, bisa kok pilih topik yang kamu banget
bisa pilih topik skripsi yang kamu banget via putramandirifc.wordpress.com
Contoh judul skripsi di Jurusan Sastra:
– Aspek Sosial Politik Dalam Lirik Lagu Efek Rumah Kaca Album Kamar Gelap: Pendekatan Semiotik Riffaterre
– Kritik Sosial Dalam Kumpulan Cerpen ‘Lupa Endonesa’ Karya Sujiwo Tejo: Sebuah Tinjauan Semiotik
– The Analysis of Voldemort’s Personality Growth in J.K. Rowling’s Harry Potter and the Half-Blood Prince
Hmm…gimana, menarik nggak?
Nggak? Kamu jawab nggak?
Ya udah! *brb ngeloyor dengan kalem*
22. Setelah lulus, kamu tetep punya pilihan pekerjaan kok…
emma watson juga anak sastra via filgua.com
Mau kerja yang sesuai bidang ilmu? Bisa jadi penulis, editor, penerjemah, atau pengajar. Kalau pilih yang “menyimpang” dari bidang ilmu, kamu bisa juga jadi pegawai bank atau bahkan artis.
“Tuh, Emma Watson juga sarjana Sastra Inggris, sob!”
23. Kalau kamu bisa memilih sastra dengan mantap, mungkin itu passion-mu.
mereka yang mengikuti passion-nya via positivelyparkinsons.blogspot.com
Ada dorongan kuat dalam hatimu. Bukan soal keren atau nggak, kamu memang menyukai dan menginginkannya. Sastra adalah renjanamu.
24. Kuliah di Jurusan Sastra membuatmu sadar bahwa hidup itu harus punya misi
hidup harus punya misi via expressions-101.tumblr.com
Setiap langkah yang kamu ambil dalam hidup tentu harus punya tujuan yang jelas. Apa sih misi hidupmu? Apakah keberadaanmu di dunia ini sudah membawa manfaat buat sekitarmu?
Segera temukan jawabannya, ya!
25. Kuliah di Jurusan Sastra membuatmu sadar bahwa hidup ini bukan cuma soal materi. Ide dan kata-kata? Mereka bisa mengubah dunia…
Words and ideas can change the world via lucbeaulieu.com
26. Apapun yang terjadi, kamu akan tetap bangga sudah memilih Jurusan Sastra di bangku kuliah
masuk jurusan satra tetep bikin bangga via www.facebook.com
Pokoke joget…
Eh salah ya? Pokoknya apapun yang terjadi kamu tetap akan jadi:
ANAK SASTRA GARIS KERAS!
Nah, gimana? Jika kamu mahasiswa atau alumni Jurusan Sastra, semoga makin bangga setelah membaca artikel ini, ya! Buat yang masih sekolah, semoga semakin tertarik buat masuk Jurusan Sastra. Yang pasti, semoga sastra makin populer di Indonesia!
Kamis, 17 Juli 2014
10 Langkah Jitu Redakan Stress
Stress
memang sudah menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari, tetapi bukan
berarti kita bisa menyepelekannya. Stress tidak hanya memberi dampak
negatif bagi aktivitas kita sehari-hari tetapi juga pada kesehatan kita.
10 Langkah Jitu Redakan StressBahkan stress diyakini sebagai penyebab berbagai macam penyakit hingga kematian mendadak. Nah, oleh karena itu, mulailah kurangi stress dan segarkan pikiran Anda dengan langkah tepat!
Kurangi Natrium
Terlalu banyak mengkonsumsi natrium, entah itu berupa garam maupun makanan olahan lainnya, bisa memicu rasa kembung muncul akibat yang menyebabkan tubuh menyimpan lebih banyak air dan juga memicu risiko tekanan darah tinggi. Kurangi asupan natrium dengan memilih makanan segar dan hindari makanan olahan maupun kalengan.Mulailah Berolahraga
Ketika marah atau stress, banyak orang melampiaskannya dengan makan. Ini dikenal dengan emotional eating. Ada juga yang melampiaskannya dengan merokok, atau meneguk secangkir kopi. Saat Anda mulai merasa stres, siapkan diri untuk melakukan olahraga ringan seperti berlari atau jogging. Olahraga selama 10 menit mampu memberikan Anda dorongan mental.Hindari Emotional Eating
Menangani stress dengan emotional eating dapat berisiko pada kesehatan Anda. konsumsilah buah-buahan dan sayuran. Hindari karbohidrat olahan atau makanan manis karena dapat meningkatkan kadar gula darah Anda dan bisa membuat Anda gemuk.Tidur Cukup
Kurang tidur akan membuat mood mudah berubah dan membuat kantung mata terlihat hitam sehingga penampilan Anda kurang maksimal. Tidurlah selama 7-8 jam pada malam hari untuk mengisi ulang energi dan menurunkan level stress. Kurangi konsumsi kafein menjelang tidur.Lakukan Hal Baru
Rutinitas baru akan mempertemukan Anda dengan kondisi yang baru. Potong rambut Anda agar merasa lebih fresh. Cobalah mengambil rute baru menuju tempat bekerja atau makan makanan baru untuk sarapan agar Anda tetap fresh setiap hari.Jalan-jalan
Jika Anda tidak sempat ke gym, cobalah berjalan keliling lingkungan rumah Anda dan menyapa orang-orang di sekitar untuk membantu mendapatkan kembali energi Anda.Konsumsi Serat
Serat dapat membantu Anda merasa cepat kenyang sehingga asupan makan Anda lebih sedikit yang membantu menurunkan berat badan. Serat juga membuat kesehatan jantung Anda terjaga lebih baik.Fokus Pada Masa Kini
Menyadari di mana posisi Anda berada saat ini dan menganalisa apa yang terjadi akan membantu Anda memahami situasi dan menurunkan tingkat stress. Lepaskan pikiran tentang masa lalu atau masa depan, dan fokus pada yang terjadi saat ini.Hubungi Dokter
Kita semua pasti pernah berusaha mengabaikan sakit kepala, rasa nyeri, atau kondisi kesehatan lainnya yang mengganggu. Jika Anda membiarkan masalah kesehatan ini tanpa pengobatan, bersiaplah terkena penyakit kronis. Periksakan diri Anda ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda sedini mungkin.Isi Pikiran Anda
Isi pikiran melalui cara yang baru agar otak Anda merasa lebih fresh misalnya dengan mendengarkan rekaman motivasi, mengisi teka-teki silang, atau bergabung dengan komunitas hobi Anda. Hobi baru akan membuat Anda tetap aktif secara mental dan fisik.Jangan Stres Jika Tidak Ingin Gemuk!
Stres diketahui dapat memperlambat metabolisme tubuh seseorang khususnya wanita sehingga dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
Jangan Stres Jika Tidak Ingin Gemuk!Para peneliti dari Ohio State University, US, membuat satu studi yang melibatkan 58 wanita usia 53 tahun, setiap para peserta studi ditanya mengenai tingkat stres mereka setiap hari.
Kemudian para peserta diberi makanan dengan total kalori sebesar 930 kalori termasuk 60 gram lemak.
Lalu para peneliti menganalisa berapa lama waktu yang dibutuhkan para peserta tersebut untuk membakar lemak dan kalori di dalam tubuh.
Hasilnya diketahui bahwa rata – rata wanita yang mengalami satu kali atau lebih stres dalam waktu 24 jam mereka hanya mampu membakar 104 kalori, lebih sedikit daripada mereka yang tidak stres.
Menurut para peneliti, dalam setiap hari perbedaan itu bisa menambahkan kenaikan berat badan hingga hampir 4,9 kg per tahun.
Alasannya, wanita stres memiliki kadar hormon insulin yang diketahui dapat memberikan kontribusi untuk menyimpan lemak didalam tubuh.
“Dari waktu ke waktu, stres bisa menyebabkan kenaikan berat badan,” kata penulis studi Janice Kiecolt-Glaser, seorang profesor psikiatri dan psikologi di Ohio State University, US.
“Kita tahu, bahwa kita cenderung untuk makan makanan yang salah ketika sedang stres, dan menurut data kami diketahui bahwa ketika makan makanan yang tidak sehat berat badan menjadi lebih mungkin bertambah karena ketika stres metabolisme tubuh melambat,” sambung Glaser.
Pada studi sebelumnya ditemukan bahwa orang stres atau memiliki masalah mood lainnya berada pada tingkat risiko yang lebih tinggi untuk menjadi kelebihan berat badan atau obesitas, penemuan baru ini juga akan menambah bukti kuat akan hal tersebut.
“Kita semua tahu, bahwa kita tidak dapat selalu menghindari stres dalam hidup, tapi satu hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah kenaikana berat badan adalah dengan memiliki pilihan makanan yang sehat untuk disimpan di rumah, sehingga ketika stres datang kita bisa mengambil makanan yang tepat,” ujar Martha Belury, seorang profesor nutrisi manusia dan juga rekan penulis studi.
Penyebab Jantung Berdebar
Klikdokter.com - Anda
pernah mengalami jantung yang berdegup sangat kencang? Atau
berdebar-debar? Jantung berdebar dapat disebabkan karena denyut jantung
yang tinggi, atau lebih dari 100 kali/menit atau adanya irama jantung
yang tidak teratur. (Baca: 5 Tanda Gagal Jantung)
Terkadang
keluhan kesehatan ini memang dapat merupakan pertanda adanya masalah
pada jantung. Namun selain itu, jantung berdebar juga dapat disebabkan
oleh hal lain:
-
Adanya serangan panik, rasa khawatir, takut, stres.
-
Latihan fisik yang terlalu berat.
-
Konsumsi kafein (kopi), nikotin (rokok), alkohol, obat flu.
-
Penyakit tiroid, kadar gula darah yang rendah, kurang darah
(anemia), tekanan darah rendah, demam atau dehidrasi (kekurangan cairan)
-
Perubahan hormon seperti selama menstruasi, kehamilan.
-
Obat-obat pelangsing, asma.
-
Suplemen herbal dan nutrisi tertentu.
-
Kadar elektrolit dalam darah yang tidak seimbang/normal.
-
Makanan tinggi karbohidrat, tinggi gula, tinggi lemak, tinggi garam dan tinggi MSG.
Jangan
sepelekan keluhan jantung berdebar. Jika keluhan terjadi cukup sering,
mengganggu aktivitas, tidak hilang dalam waktu tertentu, terus menerus
muncul dan tidak terkait dengan salah satu penyebab di atas maka
sebaiknya Anda segera memeriksakan kesehatan jantung Anda. Mungkin
diperlukan beberapa pemeriksaan langsung bunyi jantung dan denyut nadi
serta pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan EKG (rekam jantung) atau
Ekokardiografi (gambar jantung). (Baca: 6 Cara Cepat Mengatasi Jantung Berdebar)
~ Empat Amalan Sebelum Tidur ~
Rasulullah SAW berpesan kepada siti Aisyah ra.
“ Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara iaitu :
1. Sebelum khatam al-Quran
2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat
3. Sebelum para muslimin meridhai engkau
4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah “
Bertanya siti Aisyah :
“Ya Rasulullah ! bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? “
Rasul tersenyum dan bersabda :
1. “Jika engkau akan tidur , membacalah surat al –Ikhlas tiga kali
Seakan-akan engkau telah mengkhatamkan Al-Quran
” Bismillaahirrohmaan irrohiim,
‘Qulhuallaahu ahad’ Allaahushshamad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ( 3x ) “
2. “Membacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku” maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat “
“ Bismillaahirrahmaan irrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa Muhammad wa’alaa aalii Muhammad ( 3x ) “
3. “Beristighfarlah” untuk para mukminin maka mereka akan meridhai engkau
“ Astaghfirullaahal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih (3x )
4. Dan perbanyaklah “bertasbih, bertahmid , bertahlil dan bertakbir” maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah
“ Bismillaahirrahmaan irrahiim, Subhanallaahi Walhamdulillaahi walaailaaha illallaahu allaahu akbar ( 3x )
Kamis, 03 Juli 2014
Tip Terhindar Maag Saat Puasa
TEMPO.CO, Jakarta
- Calon wakil presiden nomor urut dua Jusuf Kalla sempat dilarikan ke
rumah sakit seusai debat calon wakil presiden pada Ahad, 30 Juni lalu.
Kalla diduga menderita maag.
Dokter Ary Fachrial memberikan
sejumlah tip tentang keteraturan makan agar terhindar dari ancaman
diare dan gangguan pencernaan, seperti maag. Selain pengendalian diri
saat berpuasa, perlu diperhatikan soal keteraturan makan dengan
mengurangi camilan tidak sehat.Pakar pencernaan ini menganjurkan para penderita maag agar menghindari makanan yang menyebabkan atau memperberat gejala sakit maag. Misalnya, berpantang makanan dan minuman yang banyak mengandung gas, seperti sawi, kol, nangka, nanas, pisang ambon, buah yang dikeringkan, serta minuman yang mengandung gas atau bersoda.
"Sebaiknya hindari juga makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung, seperti kopi, minuman beralkohol 5-20 persen, anggur putih, sari buah sitrus, atau susu full cream,” ucap Ary.
Hal penting lain yakni menghindari makanan sulit cerna yang dapat memperlambat pengosongan lambung, misalnya makanan berlemak, tar, cokelat, dan keju. Sebab, makanan itu dapat menyebabkan peningkatan peregangan di lambung dan asam lambung.
"Sebaiknya hindari makanan yang secara langsung merusak dinding lambung, seperti makanan yang mengandung cuka dan pedas, merica, dan bumbu yang merangsang,” kata Ary. Selain itu, hindari makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah, sehingga menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan, seperti cokelat, makanan tinggi lemak, dan gorengan.(Baca: Waspada, Takjil Warna Warni Ngejreng)
Penderita maag juga disarankan menghindari makanan yang mengandung sumber karbohidrat, seperti beras ketan, mi, bihun, bulgur, jagung, singkong, talas, dan dodol.
Adapun minuman manis dan tiga butir kurma merupakan menu buka puasa yang paling ideal bagi penderita maag. Setelah itu, dilanjutkan dengan salat magrib, tarawih, dan bersantap malam.
Ary juga mengingatkan, meskipun ada pengurangan asupan makanan pada bulan puasa, porsi makan malam harus tetap seperti biasa. "Jangan kalap lalu beranggapan menggeser jumlah makan siang dikonsumsi saat malam waktu berbuka puasa,” ucapnya.
Sementara itu, saat sahur, sebaiknya kita memilih makanan yang bisa dicerna dengan baik dan memperhatikan kualitasnya baik-baik. »Karena kadang-kadang saat terburu-buru kita hanya menghangatkan makanan saat sahur tanpa memperhatikan kualitas makanannya," kata Ary.
10 Jus Ini Sangat Bermanfaat Untuk Kesehatan Rambut

DREAMERSRADIO.COM
- Dreamers, ternyata jus dari buah-buahan dan sayuran tidak hanya untuk
dikonsumsi dan bagus untuk tubuh, tapi juga bisa untuk kesehatan
rambut! Dilansir dari Stylecraze.com, jus-jus yang biasa dikonsumsi saat
diet ini bisa berpengaruh terhadap kesehatan rambut.
Residu dari buah-buahan segar dan sayuran hijau menyediakan nutrisi
yang cukup untuk tubuh dan juga mendorong pertumbuhan rambut. Jus
buah-buahan dan sayuran akan mengurangi rambut patah dan membantu
menumbuhkan rambut. Nutrisi dari jus juga menyerap tubuh lebih cepat dan
hasilnya akan cepat terasa. Berikut adalah beberapa jus yang efektif
untuk rambut seperti yang dilansir dari Stylecraze.com!
1. Jus Lidah Buaya
Jus dari lidah buaya dapat mencegah rambut rontok. Vitamin yang ada
pada lidah buaya dapat memperkuat rambut dan mengurangi rambut patah.
Enzim di dalam jus membantu memelihara dan melembabkan kulit kepala.
Lidah buaya juga bisa menghilangkan ketombe dan kulit kepala yang gatal.
Menggunakan jus lidah buaya pada rambut juga bisa membuat rambut makin
berkilau dan lembut.
2. Jus Kiwi
Jus kiwi kaya akan vitamin E, yang bisa membantu pertumbuhan rambut.
Kiwi bisa meningkatkan sistem imun, dan imun yang kuat bisa
meminimalisir rambut rontok. Kiwi juga bisa membersihkan rambut dan
harus diencerkan sebelum digunakan.
3. Jus Bawang Merah
Jus bawang merah juga bisa membantu pertumbuhan rambut dan mencegah
tumbuhnya uban. Bawang merah kaya akan sulfur, membantu memelihata
tumbuh kembang rambut. Parasit dan kontaminasi berbahaya akan hancur
dengan penggunaan jus bawang merah untuk pertumbuhan rambut.
4. Jus Bayam
Jus bayam kaya akan berbagai macam mineral, vitamin, zat besi dan
lain-lain yang bermanfaat untuk rambut dan kulit. Rambut tipis dan gatal
pada kulit kepala bisa dicegah dengan jus bayam. Bayam mengandung
vitamin B yang mengembalikan kilau dan pertumbuhan rambut.
5. Jus Jambu
Jambu kaya akan anti-oksidan dan berbagai macam nutrisi seperti
kalsium, zat besi dan lain-lain. Untuk hasil yang maksimal, jambu bisa
dikonsumsi baik dalam bentuk buah atau sudah berbentuk jus. Untuk rambut
rontok, daun dari jambu bisa direbus selama 20 menit dan digunakan pada
rambut.
6. Jus Bawang Putih
Perawatan menggunakan bawang putih sudah dikenal sejak jaman dahulu
kala. Bawang putih berguna untuk mengembalikan kualitas rambut dan
menjaga kelembutan rambut. Ketika digunakan, residunya akan meningkatkan
aliran darah ke kulit kepala dan menambah kilau rambut.
7. Jus Mentimun
Jus mentimun bisa membantu menumbuhkan rambut dan meningkatkan kualitas
rambut. Enzim yang terkanding di dalamnya bisa mencegah rambut rontok
dan meningkatkan sirkulasi hemoglobin. Satu gelas setiap hati bisa
membantu pengobatan rambut.
8. Jus Ketumbar
Ketumbar juga bisa meningkatkan pertumbuhan rambut dan melawan rambut
rontok. Jus ini bisa dicampurkan ke berbagai minuman lain untuk perasa.
Daunnya bisa dihancurkan dan diambil airnya, lalu gunakan pada rambut
selama satu jam dan terakhir bilas dengan air dingin.
9. Jus Wortel
Wortel ternyata adalah sumber nutrisi paling bagus dan kaya akan
beta-karoten yang berguna untuk mengembalikan kilau warna dan menguatkan
rambut. Vitamin C yang terkanding juga membantu memelihara kulit
kepala.
10. Jus Strawberry
Vitamin C yang berguna untuk menambah protein pada tubuh, bisa juga
menstimulasi pertumbuhan rambut. Gunakan strawyberry yang sudah
dihancurkan pada rambut, bisa menambah kilau dan protein pada rambut.
Batas Penggunaan Produk Kecantikan dan Perawatan Kulit
Kita semua memiliki produk kecantikan dan perawatan kulit yang digunakan setiap hari. Sama halnya dengan makanan yang memiliki masa kadaluwarsa, produk kecantikan dan perawatan kulit Anda juga memiliki masa berlaku. Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah cari tanggal kadaluwarsa pada label produk. Dengan melihat label produk, Anda akan mengetahui secara tepat kapan masa berlaku suatu produk. Bagaimana dengan produk kosmetik dan perawatan kulit yang tidak ada tanggal kadaluwarsa?
Walaupun cara ini bisa diterapkan, namun juga belum didasarkan aturan yang jelas. Jika Anda sudah terlanjur memiliki produk kecantikan tanpa ada tanggal masa berlaku, berikut beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk memperpanjang masa berlaku suatu produk:
1. Simpan produk pada tempat penyimpanan yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung.
2. Cuci tangan Anda sebelum menggunakan produk.
3. Tutup rapat kemasan produk setelah Anda menggunakannya.
4. Pertimbangkan suhu dan tingkat kelembaban ruang penyimpanan yang akan mempengaruhi lamanya produk.
5. Tuliskan tanggal pembelian pada kemasan produk.
6. Sebaiknya jangan berbagi produk dengan orang lain. Ini untuk mencegah kontaminasi bakteri pada produk.
7. Jangan membeli produk yang kemasannya rusak.
Akan lebih baik jika Anda memilih produk-produk perawatan kulit dan kecantikan yang memiliki masa berlaku yang jelas. Cermati produk dengan seksama dan tanyakan pada penjual secara detail tentang masa berlaku suatu produk yang hendak Anda beli. Semoga Membantu!
Hindari 9 Kebiasaan Bangun Tidur yang Salah Ini
DREAMERSRADIO.COM
- Dreamers pernah merasa bangun tidurnya kurang berkualitas? Bangun
tidur dengan perasaan senang sangat penting untuk menghadapi satu hari
kedepan.
Terkadang, bangun tidur dianggap sepele dan melakukan
kebiasaan-kebiasaan yang sebenarnya bisa sangat berpengaruh
terhadap mood kita seharian. Seperti yang dilansir dari Boldksy.com,
berikut adalah 9 kebiasaan bangun tidur yang salah!Menunda waktu bangun tidur
Agar bisa bangun, salah satu cara yang dilakukan adalah memasang alarm. Namun tidak jarang jika alarm sudah berbunyi, karena terlalu malas bangun, kita menundanya dan menekan tombol snooze. Hal itu bisa merusak kualitas tidur dan bisa menyebabkan keterlambatan untuk menjalani aktivitas pagi seperti sarapan dan latihan pagi karena kebiasaan ini.
Mengecek gadget
Jangan membuka ponsel atau segala macam gadget yang dimiliki sebelum benar-benar bangun. Ambil waktu untuk meregangkan otot sejenak pada pagi hari sebelum menghadapi situasi yang dapat membuat stres.
Memulai hari dengan mengkonsumsi kopi atau teh
Setelah bangun tidur dan sebelum memulai aktivitas, kebanyakan orang akan minum teh atau kopi. Hal itu buruk karena saat bangun tidur, perut akan dipenuhi kandungan asam dan teh atau kopi hanya akan menambah keasaman itu. Yang harus dikonsumsi adalah segelas air hangat.
Tidak sarapan
Melewatkan atau malah tidak sarapan sama sekali adalah kebiasaan buruk yang harus dihentikan. Berikan waktu 15 menit untuk sarapan setiap pagi.
Mengecek e-mail
Membalas atau mengecek e-mail bisa dilakukan nanti. Jangan melakukannya saat sarapan di meja makan. Hal itu akan membuat stres sebelum memulai hari.
Terlibat argumen
Hindari segala jenis hal yang membuat stres pada pagi hari. Jangan berkelahi, berargumen, atau teriak kepada siapapun.
Tidak meregangkan tubuh
Meregangkan tubuh setelah bangun adalah hal penting. Jangan langsung turun dari tempat tidur dan langsung memakai baju. Peregangan membantu mengendurkan otot sehingga tidak terkena kram.
Hanya makan sedikit saat sarapan
Melewatkan sarapan memang tidak baik, tetapi jangan juga makan terlalu sedikit. Hal itu akan membuat kita lapar sebelum makan siang dan akan tergoda untuk makan makanan secara berlebih.
Sarapan dengan terburu-buru
Jangan melahap sarapan sambil jalan. Setelah sarapan, usahakan meminum beberapa gelas air putih. Duduklah saat sarapan dan baru beranjak untuk memulai aktivitas.
Resep Kolak Labu Parang

Kolak dapat digunakan sebagai salah satu menu berbuka puasa karena kandungan gula alami yang terdapat di dalamnya dapat segera menormalkan kadar gula darah yang turun selama menjalankan puasa. Selain itu bahan-bahan yang digunakan untuk kolak cenderung lembut sehingga tidak “mengagetkan” pencernaan yang selama kurang lebih 12 jam bekerja lebih sedikit dibandingkan dengan hari tidak berpuasa.
Untuk selalu diingat bahwa mengonsumsi kolak pun harus dalam jumlah yang cukup sehingga tidak mengganggu waktu makan kita selanjutnya dan kalorinya masih terkontrol.
Yuk, kita lihat sedikit mengenai labu atau sering disebut juga labu parang. Labu, waluh, atau dalam bahasa Inggrisnya disebut pumpkin memiliki nama latin Cucurbita pepo yang merupakan salah satu jenis tanaman dari suku labu-labuan (Cucurbitaceae).
Buah labu berbentuk bulat sampai bulat telur dengan lekukan permukaan buah yang khas dan berkulit keras. Labu memiliki warna kuning gelap sampai jingga dan merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Utara. Di Amerika Serikat, buah labu sangat populer dibuat “pumpkin pie” sebagai salah satu bahan makanan khas pada saat Thanksgiving dan sebagai dekorasi pada perayaan Halloween.
Warna kuning-jingga pada labu berasal dari pigmen warna alami yaitu lutein, alfa- dan beta- karoten. Senyawa-senyawa ini merupakan pro-vitamin A yang membantu menghasilkan vitamin A dalam tubuh, dan juga merupakan anti-oksidan.
Buah labu termasuk rendah kalori, dalam 100 g buah labu hanya mengandung 26 kkal dengan kandungan karbohidrat 6,5 g, protein 1 g, lemak 0,1 g, serat pangan 0,5 g, dan vitamin A yang dapat memenuhi sebanyak 148% kebutuhan harian tubuh. Karena kandungan zat-zat gizi inilah sehingga labu baik untuk program “weight loss” dan untuk membantu kita mendapatkan kesehatan yang optimal.
Untuk 11-12 porsi sajian
Bahan1 kg labu parang (potong kotak)
500 g nangka (potong persegi)
2 L air
400 g gula merah
100 g gula pasir
400 ml susu rendah lemak
1 sdt garam
2 sdm pati jagung (maizena)
3 lembar daun pandan
Cara membuat
- Panaskan air bersama gula merah, gula pasir, garam, dan daun pandan.
- Masukkan labu parang dan masak sampai lunak setengah matang.
- Masukkan potongan nangka dan masak sampai labu matang (lunak).
- Masukkan pati jagung yang sudah dilarutkan dengan sedikit susu sambil diaduk.
- Masukkan sisa susu dan panaskan beberapa saat sambil diaduk sampai agak mengental. Usahakan untuk tidak menggunakan api besar agar emulsi susu tidak pecah selama pemanasan.
- Angkat dan sajikan.
Nilai gizi per porsi
Kalori: 257 kkalLemak: 0,6 g
Karbohidrat: 67,8 g
Serat: 1 g
Protein: 2,8 g
Tips dan saran
Anda dapat mengkombinasikan bahan-bahan diatas dengan bahan-bahan yang lain seperti pisang, singkong, ubi ungu, ubi merah, kacang hijau, atau potongan agar/jelly.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
















































