VIVAlife
- Pertanyaan ini selalu dihindari wanita atau pria lajang setiap
menghadiri pernikahan: kapan menyusul? Di masyarakat Timur, pernikahan
seakan ditentukan oleh usia, terutama bagi wanita.
Orang lain tak pernah tahu bagaimana kesiapan Anda untuk menikah. Bisa jadi usia sudah cukup matang, namun mental dan finansial belum siap menuju ke pelaminan. Atau, belum bertemu pasangan.
Sebenarnya, tak perlu minder dengan pertanyaan soal waktu menikah. Juga tak perlu merasa diburu waktu. Jangan sampai pertanyaan menyebalkan yang sepele justru membuat Anda salah langkah.
Mengutip Boldsky, berikut tanda Anda sebenarnya belum siap menikah meski sudah memiliki pasangan.
Terlalu memikirkan acara
Orang lain tak pernah tahu bagaimana kesiapan Anda untuk menikah. Bisa jadi usia sudah cukup matang, namun mental dan finansial belum siap menuju ke pelaminan. Atau, belum bertemu pasangan.
Sebenarnya, tak perlu minder dengan pertanyaan soal waktu menikah. Juga tak perlu merasa diburu waktu. Jangan sampai pertanyaan menyebalkan yang sepele justru membuat Anda salah langkah.
Mengutip Boldsky, berikut tanda Anda sebenarnya belum siap menikah meski sudah memiliki pasangan.
Terlalu memikirkan acara
Banyak pasangan yang
terlalu sibuk merencanakan pernikahan, namun tidak memikirkan konsep
pernikahan itu sendiri. Jika termasuk itu, tandanya Anda masih terjebak
dalam euforia perayaan saja.
Tidak ada kepercayaan
Tidak ada kepercayaan
Anda mungkin sudah
bertahun-tahun menjalin hubungan. Namun tanpa membangun kepercayaan, itu
tak ada artinya. Bayangkan, bagaimana bisa hidup bersama dengan orang
yang tak bisa saling percaya.
Takut berkomitmen
Takut berkomitmen
Ketakutan berkomitmen
adalah tanda pertama Anda belum siap menikah. Tak mungkin pernikahan
bisa terjadi tanpa dilandasi komitmen. Jika pasangan yang tak bisa
berkomitmen, jangan dipaksa.
Tak mau berkompromi
Tak mau berkompromi
Jika Anda masih terlalu
perfeksionis, belum mau berkompromi dengan seseorang atau rela melakoni
titik tengah, tandanya belum siap menikah. Pernikahan penuh kompromi,
termasuk soal prinsip hidup.
Punya impian terlalu tinggi
Punya impian terlalu tinggi
Pernikahan menuntut
keluarga menjadi prioritas dalam hidup. Jika Anda masih punya impian
tinggi yang menjadi prioritas utama ketimbang suami, istri, atau anak,
artinya belum siap menikah.
Terlalu sibuk bekerja
Terlalu sibuk bekerja
Baik untuk pria maupun
wanita, keluarga seharusnya seimbang dengan karier. Apabila Anda masih
terlalu mementingkan pekerjaan, sibuk di kantor dari pagi hingga malam,
jangan dulu menikah.
Menikmati kesendirian
Menikmati kesendirian
Sendiri bisa menjadi
candu yang nikmat jika sudah terlalu lama dilakoni. Anda lebih suka
makan sendiri, menonton film sendiri, dan sebagainya. Berarti Anda belum
siap berbagi hidup dengan orang lain.
Egois
Egois
Saat masih lajang, tiap
orang punya zonanya masing-masing. Apabila itu masih dipertahankan meski
sudah memiliki pasangan, artinya Anda belum siap bersama orang lain.
Apalagi harus menikah.
Tak bisa bertanggung jawab
Tak bisa bertanggung jawab
Jangan berpikir
pernikahan hanya sekadar berbagi cinta dengan orang lain. Pernikahan
memikul tanggung jawab yang besar, baik sebagai suami maupun istri.
Pastikan Anda bisa bertanggung jawab.
Tak suka anak
Tak suka anak
Sejatinya, anak merupakan
anugerah terindah dalam pernikahan. Apabila Anda tak suka anak-anak dan
selalu menganggap mereka merepotkan, tandanya itu belum siap untuk
sebuah pernikahan. (ms)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar